Suaramerdeka.com – Anggota Komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono terlihat kecewa dan marah, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Stasiun Semarang Tawang, tak ada petinggi PT KAI Daop IV yang ada di tempat menyambutnya, alias kantornya Kosong. Meski begitu acara kunker tetap berjalan dan hanya diterima Kepala Stasiun Tonny Julianto.

Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo meminta agar PT KAI tidak memanfaatkan peluang dengan tren kenaikan tarif maskapai penerbangan yang mahal belakangan ini, kemudian ikut-ikutan tarifnya mahal. “Karena masyarakat saat ini sedang susah, jadi wajar-wajah sajalah, apalagi ini menjelang lebaran,” kata politisi Gerindra ini saat melakukan kunjungan ke Stasiun Semarang Tawang, Rabu (20/3).

Maka, demikian Bambang Haryo, PT KAI harus melakukan evaluasi, menyusul keluhan masyarakat akan tingginya tarif kerta api (KA) belakangan hari ini. Karena menurut dia tarif KA ini menjadi mahal dengan adanya tarif airline yang juga mahal. Padahal di angkutan laut tidak ada kenaikan sama sekali. Meski pihak PT KAI memastikan tidak ada kenaikan, karena sebetulnya tarifnya emang sudah tinggi.

“Ini yang saya minta perhatian dari KAI untuk menghitung ulang untuk PSO (public service obligation). Jangan sampai PSO itu ternyata melebihi dari yang seharusnya. Karena ini menggunakan uang rakyat, uang kita semua. Kalau PSO over atau kelebihan dari yang ditargetkan, maka akan terjadi pemborosan. Untuk itu saya minta KAI segera lakukan evaluasi,” kata Bambang Haryo.

Ia juga minta dari pemerintah saya minta kecuali ada tarif batas atas dan bawah, harus dilakukan meski itu bukan PSO untuk ditentukan harga normalnya. Jangan menetapkan batas bawah dan atas tapi normalnya tidak ada. Jangan sampai kereta api seperti itu. PSO (public service obligation) oleh PT KAI biasa diterapkan pada tarif KA kelas ekonomi, yakni kebijakan pemerintah dalam hal subsidi moda transportasi bagi masyarakat.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *