Anggota DPR Bambang Haryo Sidak Proyek Long Storage Kalimati

  • Whatsapp

AYOBHSBISA.com – Pembangunan air baku PDAM di Kalimati Tarik ternyata masih terkendala ijin. Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono mengungkapkan jika pembangunan Long Storage Kalimati yang ada di perbatasan Kecamatan Tarik, Sidoarjo dan Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, masih terkendala izin dari PT KAI. Hal ini disebabkan bangunan long storage sebagai tandon air irigasi dan air PDAM Sidoarjo ini berada di bawah jalur dan lahan PT KAI.

“Masih terkendala perizinan. Karena bangunan long storage lewat bawahnya jalur Kereta Api (KA),” terang Bambang Haryo Soekartono, Selasa (26/2/2019).

Muat Lebih

Atas masalah tersebut, Bambang langsung menghubungi Dirjen KAI. Hal ini agar izinnya segera direalisasikan dan diselesaikan. Apalagi bangunan long storage ini tidak mengganggu konstruksi jalur KA.

“Izinnya sudah diajukan sejak Tahun 2018 kemarin. Tapi belum ada realisasinya. Tapi setelah telepon Dirjen KAI, dia menyanggupi akan menyelesaikan dalam waktu sepekan mendatang,” jelasnya.

Selain itu, Bambang Haryo meminta pelaksana pembangunan long storage harus bisa menyelesaikan tepat waktu yakni 17 Desember 2019 ini. Selain itu pihaknya berpesan agar anggaran harus cukup agar pembangunan tidak berhenti di tengah jalan seperti pembangunan LRT Jakarta.

“Apalagi, air yang ditampung di long storage bakal digunakan air baku PDAM Sidoarjo. Dalam catatannya Sidoarjo kota penyanggah Surabaya yang dipenuhi perumahan masih ada 60 persen warganya belum menikmati air PDAM,” tegas politisi Gerindra ini.

Bambang Haryo juga meminta PDAM segera mengadakan sistem pipanisasi. Hal ini agar saat pembangunan long storage selesai langsung bisa dimanfaatkan untuk pelanggan PDAM. “Jangan sampai lambat membangun jaringan pipanisasi PDAM agar bisa langsung dimanfaatkan untuk pelanggan,” pintahnya.

PPK Air Baku BBWS Brantas, Hari Pranowo menegaskan pembangunan long storage masih dalam tahap on progress 52 persen dari target selesai 48 persen. Saat ini terganggu curah hujan tinggi. “Kalau Maret curah hujan selesai. Maka bisa dipercepat sampai 6 kilometer. Kami yakin pertengahan Desember 2019 selesai pembangunannya,” katanya.

(SP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *